Mengangkat Martabat Tradisi




ALAT MUSIK TRADISIONAL SUKU BIMA


Seni musik memegang peranan besar dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Fungsi selain sebagai hiburan juga sebagai pengiring atau ilustrasi dalam suatu acara keagamaan. Alat musik yang tertua seperti, genggong dan selober, berkembang turun temurun sebagai alat penghibur, pengisi waktu senggang, terutama bagi kaum remaja. Dikalangan orang Donggo, penduduk asli Bima, silu dan mpisi memegang peranan penting ketika dilaksanakan upacara kematian, sebagai pengiring roh orang yang meninnggal. Pada abad ke-20 di Lombok masuk pula pengaruh musik Timur Tengah dan Eropa.

Komentar

  1. Bagus , menambah pengetahuan tentang alat musik di NTB

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus. Cukup menambah wawasan��

    BalasHapus
  3. Wahh kereen bangat shabatku syg..bagus bngt artikelnya semangat terus pkoknya

    BalasHapus
  4. Wahh kereen bangat shabatku syg..bagus bngt artikelnya semangat terus pkoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan bosan buat ngebaca artikel selanjutnya say😍

      Hapus
  5. Wahhh.. mantap.. terimakasih atas tulisannya mbk.

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Ada yang ditiup dipetik dipukul😊 tergantung mau mainin yg mana? 😁

      Hapus
  7. apakah alat musik ini bisa dilaksanakan ketika pernikahan salam suku bima ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa😊 malah sangat dianjurkan dan diwajibkan.

      Hapus
  8. Alat musik ini dimainkan di acara apa?

    BalasHapus
  9. terima kasih, wawasan saya bertambah. kembangkan ya,

    BalasHapus

Posting Komentar